Latest Posts

0

Tentang Film Interstellar

Mamdoeh Rio Senin, 03 Agustus 2015 ,

Hi sobat semua… 
Hari ini saya baru saja menonton film Interstellar, Sobat mungkin sudah nonton film ini, yah film ini bukanlah film baru, saya aja yang kudet baru sempat nonton film ini (cie.. sok sibuk). Film ini merupakan film bergenre Sci-fi  Drama, menceritakan tentang perjalanan manusia untuk mencari planet baru yang layak untuk dihuni di luar galaksi kita, karena bumi sudah mulai tidak layak untuk ditinggali. Cooper yang diperankan oleh Matthew McConaughey harus rela untuk meninggalkan keluarga dan putri yang sangat disayanginya demi misi mencari planet alternatif ini.
Cerita dari perjalanan luar angkasa ini dimulai dengan adanya  fenomena aneh yang terjadi di salah satu ruangan di rumah Cooper tepatnya di kamar Murphy. Dikamar tersebut seperti ada petunjuk/pesan yang ingin disampaikan untuk pemilik rumah. Murphy selalu menganggapnya hantu namun Cooper menangkap pesan tersebut sebagai kode dalam bentuk binary suatu koordinat. Setelah ditelusuri oleh Cooper dan Murphy, koordinat tersebut ternyata adalah tempat paling rahasia di bumi, yaitu tempat dilanjutkannya proyek NASA untuk mencari alternatif planet baru. Ditempat ini kemudian Cooper diajak untuk bergabung dan menjadi pilot dalam misi mencari planet baru yang dapat dihuni manusia. Namun Murphy tidak mengizinkan Cooper untuk pergi, sebenarnya Cooper pun merasa berat hati untuk meninggalkan keluarganya, akan tetapi panggilan untuk menyelamatkan generasi umat manusia membuat Cooper memutuskan untuk bergabung dengan tim NASA tersebut. Murphy berkeyakinan ada pesan misterius dari kamarnya yang disampaikan agar Cooper tetap tinggal dan tidak memilih bergabung. Pesan tersebut adalah STAY berupa sandi morse yang didapatkan dari rak buku di kamarnya. Baik Cooper dan Murphy sampai tahap ini, tidak mengetahui darimanakah atau siapakah yang selalu berusaha menyampaikan pesan tersebut untuk keluarganya. 

Singkat cerita perjalanan Cooper pun dimulai, karena terjadi perbedaan waktu antara waktu bumi dan waktu di luar angkasa yaitu digalaxy tempat Cooper mencari Planet alternatif tersebut maka Cooper harus menghabiskan waktu puluhan tahun untuk misi tersebut. Seperti kita ketahui waktu bukanlah dimensi yang mutlak, gravitasi dapat mempengaruhi perubahan waktu. Dalam perjalannya tersebut Cooper dan rakannya banyak mengalami hambatan dan menghabiskan banyak waktu hingga anak-anak Copper di bumi telah tumbuh dewasa bahkan Tom (anak lelaki Cooper) telah menikah dan memiliki anak. Hingga diakhir cerita Cooper harus memasuki inti Black Hole yang membuatnya masuk dalam dimensi ruang yang kelima. (jadi teringat dengan M Theory yang mengatakan bahwa dunia ini terdiri dari beberapa dimensi yang terpisahkan oleh Braneworld) diceritakan di film ini dalam dimensi kelima ini masa lalu,masa sekarang dan masa depan bertemu. Di dalam film ini dimensi ini disebut-sebut sebagai Tesseract. di dalam Tesseract ini cooper melihat rak buku yang selama ini menjadi misteri ternyata media penghubung untuk berkomunikasi dengan Murphi. Jadi selama ini dirinyalah yang menjadi hantunya Murphi. Semua pesan yang disampaikan ke Murphi ternyata berasal dari dirinya. Hingga akhirnya NASA berhasil membuat Stasiun Ruang Angkasa yaitu tempat evakuasi umat manusia dengan gravitasi buatan, dan Cooper dapat bertemu kembali dengan Murphy namun murphy telah menjadi nenek yang memiliki cucu.
 Bagi para pengagum film Sci-fi interstelar adalah film yang sangat menarik (setidaknya menurut saya), meskipun menurut saya ada sedikit kontradiksi yaitu ketika Cooper diketahui adalah pengirim pesan misterius yang memberitahu murphy untuk melarang ayahnya (Cooper) pergi namun disaat yang sama Cooper jugalah yang menuntun perjalanan luar angkasa tersebut. Cooper di dalam dimensi kelima menuntun Cooper di dimensi sekarang (jika boleh saya menyebutnya dimensi ketiga) untuk menemui NASA dan ikut serta menuntun NASA dalam mencari planet alternative tersebut, NASA menyebutnya dengan kata “mereka”. (jangan terlalu realistis bro, namanya juga film hehe). Tapi bukan itu point yang akan saya bahas disini.
            Menurut saya ada pesan tersirat yang mengarah pada paham Ateis dalam film ini, di dalam film ini diceritakan bahwa manusia memiliki teknologi yang cukup kuat untuk mengantisipasi terjadinya kiamat di bumi. Di film ini juga seolah Tuhan itu tidak ada dan manusia sudah tidak membutuhkan Tuhan, yang ada hanyalah materi, ilmu pengetahuan dan hukum fisika. Setelah nonton film ini saya jadi teringat kembali dengan pemikiran Stephen Hawking dalam bukunya The Grand Design, bahwa Alam semesta ini tidak diciptakan oleh Tuhan melainkan oleh hukum Gravitasi fisika.
Film interstellar juga memberikan pesan bahwa semua misteri yang ada di dunia ini sudah mampu dijawab oleh sains hal ini sejalan dengan pemikiran Stephen Hawking, dan mulai mengesampingkan Tuhan. Memang sangat disayangkan kenapa ilmuan-ilmuan cerdas seperti Stephen hawking yang mempercayai keberadaan partikel string dan Graviton (M-Theory) yang tidak dapat dilihatnya dan mempercayai adanya dimensi-dimensi extra (Braneworld Thoery) yang tidak dapat dilihatnya yang hanya berdasarkan pada pemikiran dan perhitungan matematis, (sesuatu yang menurut saya belum pasti  dan bisa saja teori ini dikemudian hari dibantah karena sains terus berkembang), namun ia tidak mempercayai keberadaan Tuhan yang jelas-jalas dapat kita rasakan kehadirannya (jika kita mau ikhlas untuk menerima kehadirannya) dan dibuktikan dengan adanya kita dan alam semesta ini tentu ada yang menciptakannya dan mustahil ada tanpa sebab, bukankah menurut teori dasar dan paling umum dari hukum alam adalah adanya kausalitas sebab-akibat, sehingga mustahil alam semesta ini ada tanpa sebab yang menjadikannya ada.
Maaf nih Sobat kalo pembahasannya malah jadi melebar kesini, soalnya saat ini semakin banyak saja film yang menyisipkan konsep Ateis dan Zi0n1sme, seperti Transcendent, Lucy, Golden Compass, X-Man dll, sehingga kita harus selalu mawas diri dan ikut mendampingi jika adik-adik atau anak-anak kita menonton film-film yang dapat  merusak keyakinan keberadaan Tuhan.
Okey sampai disini dulu ceritanya, Terimakasih telah berkunjung di blog saya dan meluangkan waktunya untuk membaca coretan-coretan saya, semoga tidak terlalu membosankan. :D

0

Perjalanan ke Gunung Lawu

Mamdoeh Rio Sabtu, 22 Maret 2014


Yoo.. mina-san!


Artikel kali ini saya mau berbagi pengalaman  hari minggu yg lalu tepatnya tanggal 15 Maret 2014, untuk pertama kalinya saya naik gunung, yaitu gunung lawu.
Bermula dari ajakan temen  si Bastian ahirnya kami berlima; Hari, Mamdoeh (saya), Alvian, Kholif a.k.a Samidi dan Bastian sepakat untuk naik gunung. Dari ke lima orang ini Cuma si Bastian yang sudah pernah naik gunung.

Sabtu pagi kami sudah bersiap untuk Go to Tawang Mangu, kami berlima pergi pake Sepeda Motor berangkat dari Jogja sekitar jam 8, sampai Tawang Mangu sekitar jam 12an (kok lama banget? Iya nih nyasar dulu di Solo)..
Sesampainya dilokasi kami langsung makan2 trus sholat duhur nah baru foto2 narsis di gerbang Treck Cemoro Semu, jadi untuk mencapai puncak Gunung Lawu ini ada dua treck yang pertama Cemoro Kandang dan yang kedua adalah Cemoro Semu, kata orang-orang sih Cemoro Kandang itu lebih landai trecknya tapi lebih jauh kira2 12km sedangkan Cemoro Semu Trecknya Lebih Curam panjangny sekitar 7km, jadi kami memilih untuk melewati treck Cemoro Sewu.
Ini dia penampakanya..




Setelah Check in Kami langsung memulai petualangan kami dari gerbang ini, dengan treck yang bebatuan ini kami terus berjalan… emm berhubung kami masih amatiran baru 20 menit kami sudah berhenti karena kecapaian, rasanya jantung ini Dag..dug..dag kayak mo copot hehe (letih sangat).
Liat tuh si Hari mukanya ampe pucat



Setelah istirahat sekitar 3 menit kami melanjutkan perjalanan lagi, baru berjalan 15 menit kami harus berhenti kembali dikarenakan kami dihadang oleh Hujan pemirsa..
Dan kami pun harus berhenti disebuah gubuk untuk berteduh (untung aja ada gubuk)


 Setelah kira2 satu jam hujan reda, lanjut lagi, lupa kira2 berapa menit kami sudah sampai di pos satu.

Di pos satu ini ada warungnya loh pemirsa, kami pun gak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyantap aneka gorengan dan seduhan Jahe wangi untuk menghangatkan badan kami yang mulai kedinginan. Setelah sholat ashar kami pun mulai melanjutkan perjalanan.

Sekitar jam 18.00 kami sudah sampai di pos dua, disini gak ada warungnya Cuma ada bangunan permanen, setelah sholat maghrib perjalannan pun dilanjutkan dari pos dua ke pos tiga lanjut kepos empat,, nah perjalanan dari pos tiga ke pos empat ini nih yg paling berat, muke gile terjal banget, sebentar-sebentar kami berhenti untuk istirahat takut jantungnya meledak.

Dari pos empat kepos lima perjalanan sudah mulai enak (trecknya Landai), pemandangannya pun indah dari sini kita bisa melihat gemerlap lampu kota Tawang Mangu dari ketinggian 3000m DPL “SUGOI”. Sayang kami gak sempat foto panorama ini karena udah kecapean ingin cepat2 tidur..

Sesampainya dipos lima kami mendirikan Tenda n masak mie buat ngisi perut,, dari pos lima ini ke puncak sudah dekat tapi kami memilih untuk istirahat dan tidur dulu sebelum ke puncak karena kami ingin melihat Sun Rise dari puncak, uniknya di pos lima ini ada warungnya lagi lho canggih bukan…? Di gunung lain ada gak yg beginian…. Dan diwarung ini kita juga bisa tidur didlam karena tersedi tempat tidur disini dan itu gratis. saya dan alvian tidur dwarung ini karena tenda kami gak muat berlima WOOW Sugoi – Sugoi warung di ketinggian lebih dari 3000m DPL dan harga makannan disini pun masih relatif murah..
Pagi sekali kami berangkat  ke puncak, medan untuk kepuncak menurutku jauh lebih ringan  dari pos tiga ke pos empat.. ini dia penampakannya Puncak Gunung Lawu yang bernama Hargo Dumilah dengan ketinggian 3265M DPL






 
Copyright 2010 rio-mamdoeh|dot|com